1
header-int

GKR Hayu Jadi Pembicara KPBB FEST #10 UAJY

29 March 2021
Share Facebook Share

Kantor Pelatihan Bahasa dan Budaya Universitas Atma Jaya Yogyakarta (KPBB UAJY) menggelar Talkshow Kebudayaan bertajuk “Culture Optimalization in Digital Area”, Sabtu (27/03/2021). Talkshow tersebut menjadi salah satu rangkaian acara dari KPBB Fest #10 yang diadakan secara daring.

Talkshow ini menghadirkan narasumber salah satu Putri Keraton Yogyakarta yaitu Gusti Kanjeng Ratu Hayu dan Desideria Cempaka Wijaya Murti, S.Sos., M.A., Ph.D. (Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UAJY) dengan moderator Bibianus Hengky Widhi Antoro,  S.H., M.H. (Dosen Fakultas Hukum UAJY).

Talkshow dibuka dengan sambutan dari Rektor UAJY, Prof. Ir. Yoyong Arfiadi, M.Eng., Ph.D. Dalam sambutannya, Rektor UAJY memberikan ucapan selamat kepada KPBB dan berterima kasih kepada para narasumber dan peserta talkshow tersebut.

“Raga dapat terkurung, gerak dapat terbatas. Tetapi, kreativitas dan pikiran bebas menerawang tanpa batas,” ujar Yoyong. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung dan meningkatkan kesadaran pada pelestarian budaya.

“Kalau tidak kita, siapa lagi yang bertanggung jawab. Jangan sampai kita nanti terheran-heran jika budaya kita lambat laun hilang dan kita tiba-tiba menyadarinya pada posisi yang sudah sulit untuk mengembalikannya,” tambah Yoyong.

Desideria, menyampaikan bahwa dunia virtual adalah sebuah penggambaran spasial sebuah lingkungan virtual dengan harapan dunia tersebut bisa dimaknai dan dialami oleh banyak peserta sekaligus yang diwakili oleh ikon pengganti seperti virtual 3D dan virtual tour.

“Sekarang kita sedang mengarah ke teknologi-teknologi yang berpusat pada manusia. Dari sisi culture, anak muda perlu mengembangkan yang disebut kompetensi budaya,” ujar Desideria.

Selain itu, anak muda juga harus meningkatkan kesadaran pada teknologi. Kedua hal tersebut diharapkan dapat dilakukan oleh anak muda dengan tujuan menyelaraskan budaya dengan teknologi.

GKR Hayu

GKR Hayu menyampaikan bahwa budaya tidak akan bisa diambil oleh orang asing selama kita sebagai pemilik masih merawat budaya tersebut.

“Akses tentang kebudayaan itu harus mudah diakses,” ujar GKR Hayu.

GKR Hayu sebagai Penghageng di Tepas Tandha Yekti, Keraton Yogyakarta mempunyai misi untuk menjaga kekayaan tradisi melalui pemanfaatan teknologi.

“Keberadaan digitalisasi membuat Keraton Yogyakarta memiliki perpustakaan digital yang dapat memuat berbagai manuskrip digital. Tujuannya adalah agar manuskrip dapat terjaga dengan baik, dan di sisi lain manuskrip tersebut diharapkan tetap bisa diakses oleh siapa saja,” jelasnya.

Tak hanya itu, digitalisasi juga membantu Keraton Yogyakarta untuk menyimpan foto seperti pementasan wayang. Pengambilan foto dengan karakter dan pose yang sesuai harapannya bisa menggambarkan bagaimana karakter asli dari wayang orang tersebut.

“Modernisasi bukan berarti westernisasi,” tutup GKR Hayu dengan mengutip pesan dari Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Talkshow ditutup dengan kesimpulan dari moderator yang menyampaikan bahwa tradisi dan budaya bisa mengikuti perubahan, tapi esensi dari kebudayaan tersebut jangan pernah diubah.

###

 

UAJY Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) adalah lembaga pendidikan tinggi swasta yang didirikan oleh kaum awam Katolik dan dikelola oleh Yayasan Slamet Rijadi - Yogyakarta, di bawah lindungan Santo Albertus Magnus. Universitas Atma Jaya Yogyakarta lahir pada tanggal 27 September 1965, dengan tujuan untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang berdimensi serta berorientasi global.
© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta Follow UAJY: Facebook Twitter Linked Youtube