1
header-int

Internasionalisasi UAJY melalui International Symposium on Business and Social Sciences di Sapporo, Jepang.

08 August 2015
Share Facebook Share

Mempersiapkan UAJY menjadi world class university (WCU) merupakan salah satu komitmen yang senantiasa diperjuangkan semua pihak. Namun, patut dipahami bahwa WCU merupakan konsep yang relatif dinamis, sehingga butuh  redefinisi untuk selalu diselaraskan dengan ritme perubahan global. Untuk menuju ke arah itu tak pelak dibutuhkan langkah sistematik. Seluruh komponen perlu menyamakan persepsi dan memulai langkah guna mewujudkan UAJY sebagai PT berkelas dunia. Satu dari beberapa gagasan yang patut memperoleh prioritas  di sini adalah upaya untuk melakukan internasionalisasi fakultas-fakultas (beserta dosen-dosennya) yang ada di UAJY.

Untuk meningkatkan efektivitas dalam mewujudkan WCU maka proses internasionalisasi merupakan upaya perwujudan akselerasi itu sendiri. Internasionalisasi membutuhkan usaha keras agar unit-unit dan SDM UAJY dikenali dan dihargai di tingkat dunia. Pendeknya, internasionalisasi perlu dilakukan untuk mendapatkan keunggulan kompetitif sumber daya manusia terbaik.

Menyadari hal itu, Fakultas Hukum (FH) UAJY mendorong para dosennya untuk berlomba-lomba berkiprah di level internasional melalui berbagai kegiatan ilmiah. Salah satunya adalah melalui simposium internasional.

Kali ini, kembali salah satu dosen FH UAJY berkiprah di simposium internasional yakni International Symposium on Business and Social Sciences yang diselenggarakan pada tanggal 20-22 Juli 2015 di Sapporo, Jepang. E.Sundari, Ketua Program Studi Magister Ilmu Hukum UAJY, dalam simposium internasional multi disipliner tersebut mempresentasikan makalahnya yang berjudul Legal Development of Child-Marriage in Indonesia: Between Permitted and Prevented.

Banyak delegasi dari berbagai negara dengan latar belakang ilmu yang berbeda terlibat dalam kegiatan ini, baik sebagai peserta maupun sebagai pemakalah. Diskusi kelompok diselenggarakan secara paralel berdasarkan bidang-bidang ilmu yang berdekatan rumpunnya. Hal menantang sekaligus bermanfaat untuk mengikuti simposium yang bersifat multi disipliner serta bertaraf internasional adalah pertanyaan-pertanyaan, masukan, atau sharing dari delegasi negara lain yang ditujukan kepada pemakalah, yang akan memperkaya pengetahuan dan memberi peluang melakukan kerja sama  lebih lanjut di bidang akademik dengan para delegasi dari negara-negara lain.

Manfaat lain dari kegiatan ilmiah semacam ini, menurut E. Sundari, antara lain, “para peserta bisa mengikuti tren terbaru (late breaking news) dari sebuah tema penelitian, mempromosikan diri, lembaga, dan Negara sehingga memberikan prestise untuk institusi dan negara afiliasi peserta”. (One 8/8)

1

2

UAJY Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) adalah lembaga pendidikan tinggi swasta yang didirikan oleh kaum awam Katolik dan dikelola oleh Yayasan Slamet Rijadi - Yogyakarta, di bawah lindungan Santo Albertus Magnus. Universitas Atma Jaya Yogyakarta lahir pada tanggal 27 September 1965, dengan tujuan untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang berdimensi serta berorientasi global.
© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta Follow UAJY: Facebook Twitter Linked Youtube