header-int

International Diplomacy Colloquium FISIP UAJY 2017

30 September 2017
Share Facebook Share

Ekonomi kreatif memiliki potensi besar menjadi salah satu penggerak ekonomi nasional dan daerah. Saat ini pemerintah telah mempersiapkan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu tonggak perekonomian Indonesia di masa mendatang, seiring dengan perubahan tren ekonomi global yang dulunya bersandar pada ekonomi ekstraktif, kini menjadi ekonomi kreatif yang mana kegiatannya berporos pada digitalisasi. Melihat perubahan tren global ini, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FISIP UAJY) mengadakan seminar internasional yang bertemakan “International Creative Entrepreneurship” pada hari Jumat tanggal 29 September 2017 yang bertempat di Auditorium Kampus 4 UAJY.

“International Creative Entrepreneurship” merupakan tema besar yang diangkat dalam kegiatan International Diplomacy Colloquium 2017 dengan menghadirkan pembicara internasional dari Universitas De La Salle Fillipina, Dr. Jan Phillip Mallari, M. Arief Budiman dari Kamar Dagang Daerah Istimewa Yogyakarta dan dosen Ilmu Komunikasi FISIP UAJY, Ina Nur Ratriana, M.A dan dimoderatori oleh Brahma Putra P., S.S., M.Si. Tema tersebut didasarkan pada perkembangan teknologi komunikasi dunia di era digital yang berdampak masif terhadap pertumbuhan pasar ekonomi kreatif di Indonesia. Digitalisasi media komunikasi menghubungkan para entrepreneur industri kreatif di Indonesia dengan jaringan global. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Perayaan Dies Natalis ke-26 FISIP UAJY.

uajy_BZntDhaDA0Q

Acara ini dibuka dengan sambutan oleh rektor UAJY Dr. Gregorius Sri Nurhartanto, SH. LL.M., dan dilanjutkan dengan selingan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Mustika Maya.

“Semua orang bisa menjadi enterpreneur, terutama pada era saat ini. Ini juga merupakan salah satu aksi menuju globalisasi,” jelas Nurhartanto.

Dalam sesi pertama, Dr. Jan Phillip Mallari mengungkapkan ekonomi kreatif yang terjadi pada negara Filipina. Adapun enam sektor yang merajai ekonomi kreatif di negara tersebut, salah satunya adalah sektor pariwisata. Meskipun sektor yang ada memiliki kelebihan yang berbeda-beda, akan tetapi kunci utama dari ekonomi kreatif adalah dapat menunjukkan nilai-nilai ikon budaya yang diakui secara luas.

uajy_BZntDOojQBm

Sesi kedua disampaikan oleh M. Arief Budiman lebih mengarah pada perkembangan ekonomi kreatif yang ada di Indonesia.

“Suatu hari nanti, ekonomi kreatif akan memimpin pada seluruh industri. Jika kita (generasi muda) tidak memiliki harapan yang kuat, maka setelah lulus dari dunia perkuliahan akan menjadi pencari pekerjaan, dan mudah berpindah-pindah pada berbagai sektor pekerjaan,” ujar Arief.

uajy_BZntDV8jGuc

Ina Nur Ratriana, M.A menjelaskan bagaimana generasi muda harus mampu berimajinasi dan memberikan pemikiran pribadi akan membuat hasil yang berbeda pada karya yang dihasilkan. Adapun tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu 3H: Head, Heart, Hands.

“Kepala merupakan pusat dari ilmu-ilmu yang kita miliki, hati merupakan tempat di mana kita dapat memberikan sentuhan seni dan tangan yang merealisasikan pemikiran kita,” jelas Ina.

Dalam akhir acara moderator menyimpulkan bahwa generasi muda harus mampu berfikir kreatif dan tidak pernah takut dengan masalah yang ada saat ini, karena dari permasalahan itulah ide-ide kreatif akan timbul.

UAJY Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) adalah lembaga pendidikan tinggi swasta yang didirikan oleh kaum awam Katolik dan dikelola oleh Yayasan Slamet Rijadi - Yogyakarta, di bawah lindungan Santo Albertus Magnus. Universitas Atma Jaya Yogyakarta lahir pada tanggal 27 September 1965, dengan tujuan untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang berdimensi serta berorientasi global.
© 2017 Universitas Atma Jaya Yogyakarta Follow UAJY: Facebook Twitter Linked Youtube