header-int

Isu Bencana, Tantangan Radio Komunitas Masa Kini

17 November 2018
Share Facebook Share

YOGYAKARTA — Isu kebencanaan menjadi tantangan radio komunitas di Asia Pasifik. Masifnya korban jiwa dalam bencana menunjukkan bahwa ketangguhan masyarakat dalam mengurangi resiko bencana perlu ditingkatkan.

“Masyarakat butuh informasi dan menolong masyarakat dalam kebencanaan itu harus hukumnya bagi kita,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara dalam pembukaan 4TH AMARC Asia Pasific Regional Conference: “Community Radio for Resilient Societies”, di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Jumat (16/11).

“Kalau di Sulawesi Tengah, alhamdulilah sudah kembali normal 99% hampir 100%, kemudian ada 1-2 BTS yang belum beroperasi dari 1500 BTS tapi itu sifatnya hanya operasional,” tambah Rudiantara.

Sementara itu, menurut Sinam M Sutarno, Ketua Jaringan Radio Komunitas Indonesia isu kebencanaan sangat dekat dengan radio komunitas. Pasalnya, radio komunitas banyak terdapat di daerah rawan bencana dan banyak digunakan masyarakat untuk sumber informasi.

“Sejak Gempa di Aceh, radio komunitas banyak menjadi referensi informasi bagi masyarakat, “tambah Sinam.

Menurut Sinam, radio komunitas membantu masyarakat dalam memproduksi konten pendidikan sadar bencana. Radio komunitas pun akan menggali kearifan lokal dan mengenal potensi bencana serta upaya mitigasinya. “Harapannya, radio komunitas ini akan membantu masyarakat  akan pengetahuan soal bencana, baik dari pra hingga pasca bencana, “ kata Sinam.

Acara ini, tambah Sinam, adalah ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman antar aktivis radio komunitas se Asia Pasifik. Harapannya, radio komunitas se Asia Pasific saling belajar dalam upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dan gotong royong dalam menyikapi bencana.

2

Sementara itu, Koordinator Regional AMARCH Asia Pasifik, Suman Barest menyatakan konferensi radio komunitas Asia Pasific ini akan berfokus pada pembangunan komunitas yang tangguh lewat radio komunitas. Tangguh, menurut Suman, adalah tangguh terhadap serangan bencana alam dan melawan gejolak politik, keuangan, dan sosial yang merajalela.

“Masyarakat menjadi kunci utama dalam menyelesaikan semua persoalan,” kata Suman.

Menurut Suman, konferensi ini akan membantu akivitis radio komunitas untuk merefleksikan pengalaman mereka baik di bidang bencana maupun bidang lainnya. Harapannya setelah berefleksi, mereka bisa bertukar pengalaman untuk memajukan radio komunitasnya masing-masing.

Konferensi regional AMARC Asia-Pasifik adalah platform untuk membahas isu-isu yang relevan dan membahas cara-cara radio komunitas dapat mengatasi masalah tersebut. Pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, pemberdayaan gender, kebebasan media dan kebijakan nasional untuk media, kesinambungan radio komunitas, dan teknologi adalah beberapa masalah yang populer diambil untuk pembahasan dalam konferensi.

Dalam konferensi regional AMARC Asia-Pasifik ke-4 ini, tema besarnya adalah ‘Radio komunitas untuk Membangun Ketahanan Masyarakat’. Peran radio komunitas dalam pengurangan risiko bencana dan fitur manajemen bencana sangat jelas dalam lingkup tema ini.

1

UAJY Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) adalah lembaga pendidikan tinggi swasta yang didirikan oleh kaum awam Katolik dan dikelola oleh Yayasan Slamet Rijadi - Yogyakarta, di bawah lindungan Santo Albertus Magnus. Universitas Atma Jaya Yogyakarta lahir pada tanggal 27 September 1965, dengan tujuan untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang berdimensi serta berorientasi global.
© 2018 Universitas Atma Jaya Yogyakarta Follow UAJY: Facebook Twitter Linked Youtube