header-int

Kisahkan Garuda yang Kehilangan, Benefita Raih Juara di Peksimida

01 October 2018
Share Facebook Share

Siapa yang menyangka, Benefita, si gadis lugu yang hobi menulis sejak kecil ini adalah peraih juara cerpen dengan tema “Bhinneka Tunggal Ika” dalam Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) 2018 Tali Cerpen. Tak tanggung-tanggung, ia meraih juara pertama atas cerpen yang ia tulis. Tak ada persiapan khusus sebelumnya, Benefita justru mengaku bahwa ia menerima informasi mengenai lomba cerpen ini justru dari kawannnya. “Iya. Nggak ada persiapan sama sekali. Dikasih tahu teman. Merasa tertantang, lalu daftar deh!” aku Benefita sambil tertawa kecil.

Gunakan Internet untuk Brainstorming

Mengangkat tema “Bhinneka Tunggal Ika” ke dalam sebuah cerita pendek adalah hal yang tak mudah. Orang pada umumnya cenderung akan mengisahkan berbagai macam cerita yang berkutat pada setting peperangan, politik, atau nilai-nilai ke-Bhinneka-an itu sendiri. Mengemasnya ke dalam sebuah cerita pendek yang dibatasi adalah hal yang menantang. Pesan harus padat, cerita harus ringkas dan menarik, dan yang tak kalah penting: mudah dimengerti. Tentu tak semua orang akan berhasil mewujudkan idealisme cerpen dengan tema ini.

Berbeda dengan Benefita. Ia sepertinya tak terlalu ambil pusing dalam persoalan ini. Ia justru mencari-cari, apa yang sekiranya mampu memperkaya idenya. Tak ada rencana sebelumnya, Benefita hanya menyorot gawainya. Mencari dengan kata kunci ‘Bhinneka Tunggal Ika’. Ditemukanlah sosok tersebut. Sosok yang menjadi inspirasi bagi cerita pendeknya. Sosok yang membawa dirinya menjadi seorang juara.

Sosok itu adalah Sang Garuda Pancasila.

Garuda Bersedih karena Kehilangan Hal Penting

Dengan judul “Homo Sosius”, Benefita berhasil memikat para juri dalam cerita yang ditulisnya. Homo Socius yang berarti makhluk sosial digambarkan dengan sosok burung Garuda yang bersahabat denga Beringin dan Banteng. Mereka bersedih karena negeri mereka dilanda kekacauan setelah Pita Putih dicuri. Sang Garuda berjanji untuk menemukan Pita Putih dan menyelamatkan negrinya pada Beringin dan Banteng.

Namun dalam perjalanan pencariannya, Sang Garuda semakin melihat keyataan miris. Tak ada lagi padi dan kapas. Negeri porak poranda oleh keserakahan manusia. Dibangun gedung-gendung tinggi menjulang meyaingi bintang bersudut lima. Serta semakin terpisahnya mata-mata rantai persatuan.

IMG-20180911-WA0036

Bukan Prestasi yang Pertama, juga Bukan yang Terakhir

Tidak hanya menjuarai lomba cerpen ini. Di tahun-tahun sebelumnya, Benerfita kerap meraih prestasi, diantaranya Pemenang Thumbstory Writing Contest oleh majalah kaWanku tahun 2014, Top 50 Lomba Menulis Tupperware Children Helping Children 2015, Juara 1 Lomba Menulis Essay Menggagas Indonesia Hijau yang diselenggarakan BEM KM UGM tahun 2016, Juara 1 Lomba Cerpen Genre Fantasi Pena Award 2017 oleh Penerbitan Media Jakarta, dan masih banyak lagi.

Tulisan Benefita juga kerap dimuat di majalah, diantaranya tulisannya “Benny dan Jessie” dimuat di majalah kaWanku edisi 126 tahun 2012, dan “School of Life” dimuat di Majalah Renungan Anak Muda tahun 2016.

Benefita mengungkapkan bahwa menulis adalah passion-nya dan ia selalu menargetkan dirinya untuk meraih penghargaan tiap tahunnya dengan mengikuti berbagai macam event dan kompetisi yang ada. “Aku emang udah suka nulis dari dulu dan aku selalu pasang target dari tahun 2014 kalo tiap tahun aku harus menangin sesuatu. Kalau tahun ini sudah juara, tahun depan harus juara lagi dan lebih banyak” ujarnya dengan semangat.

Kini Benefita sedang mempersiapkan diri untuk bertanding di Pekan Seni Mahasiswa Nasional 2018 bidang Cerita Pendek mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta pada pertengahan Oktober 2018.

UAJY Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) adalah lembaga pendidikan tinggi swasta yang didirikan oleh kaum awam Katolik dan dikelola oleh Yayasan Slamet Rijadi - Yogyakarta, di bawah lindungan Santo Albertus Magnus. Universitas Atma Jaya Yogyakarta lahir pada tanggal 27 September 1965, dengan tujuan untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang berdimensi serta berorientasi global.
© 2018 Universitas Atma Jaya Yogyakarta Follow UAJY: Facebook Twitter Linked Youtube