header-int

Menjadi “Player”, dan bukan “Victim” dalam menghadapi era MEA dengan Diskusi Internal 2017 HMPSA FE UAJY

17 March 2017
Share Facebook Share

Berdasarkan data dari Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Indonesia (IAI) merupakan negara keempat terbesar Asosiasi Profesi Akuntan se-ASEAN per 1 Agustus 2015, dengan jumlah total 24,769 ribu. Di posisi pertama diduduki oleh Thailand (FAP), dengan jumlah total 62,739 ribu.

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menjadikan adanya pergerakan bebas atas barang, jasa dan tenaga ahli, investasi, modal, dan harmonisasi peraturan, regulasi serta prosedur di antara negara-negara anggota ASEAN. Bagi Akuntan, tentunya hal tersebut menjadi tantangan tersendiri, seperti diperlukannya pemahaman atas standar profesi, akuntansi, audit, dan bidang terkait yang berlaku secara global serta adanya peningkatan kualitas individu agar mampu bersaing secara regional dan global. Beberapa peningkatan kualitas tersebut diantaranya dalam hal edukasi, kompetensi, sertifikasi, pengalaman, pendidikan profesi berkelanjutan, dan memenuhi standard dan pedoman IFAC.

Maka dari itu, pada hari Jumat, 17 Maret 2017, HMPSA Fakultas Ekonomi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) mengadakan Diskusi Internal 2017 dengan tema “Kompetensi Calon Akuntan dalam Menghadapi Era MEA”. Materi tersebut disampaikan oleh Lita Kusumasari, MSA., Ak., CA selaku Sekretaris Pengurus Ikatan Akuntan Indonesia Wilayah Yogyakarta. Acara Diskusi Internal ini diadakan di Kampus III Gedung Bonaventura Universitas Atma Jaya dan dimulai pada pukul 10.00-12.30 WIB.

“Menjadi Akuntan itu berat, tanggung jawabnya ke Tuhan, dan juga masyarakat” kata Lita. Dalam diskusi tersebut, Lita juga menjelaskan untuk memenangkan persaingan di era MEA, akuntan tidak cukup hanya mengandalkan kompetensi yang dimiliki saat ini. Setidaknya, perlu pengembangan dalam soft skills (inter-personal dan intra-personal), dan peningkatan dalam kompetensi karena jika hanya memenuhi persyaratan PPL, maka akuntan belum memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan akuntan lainnya. Hal lain yaitu membangun networking yang kuat dan luas dengan individu dan institusi, memiliki integritas yang tinggi, serta memiliki mental optimis dalam menghadapi MEA dan menjadi “Player”, bukan “Victim”.

UAJY Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) adalah lembaga pendidikan tinggi swasta yang didirikan oleh kaum awam Katolik dan dikelola oleh Yayasan Slamet Rijadi - Yogyakarta, di bawah lindungan Santo Albertus Magnus. Universitas Atma Jaya Yogyakarta lahir pada tanggal 27 September 1965, dengan tujuan untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang berdimensi serta berorientasi global.
© 2017 Universitas Atma Jaya Yogyakarta Follow UAJY: Facebook Twitter Linked Youtube