1
header-int

Merangsang Jiwa Kompetitif Melalui Ajang Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional

22 May 2015
Share Facebook Share

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) kembali mengadakan pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) tahun 2015. Pemilihan mawapres tingkat Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta V (Kopertis V) wilayah Yogyakarta ini dilaksanakan pada tanggal 21 Mei 2015 lalu. Gratsia Kencanamaya atau akrab disapa Ayaa, mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FISIP UAJY) menjadi peserta seleksi tingkat Kopertis V yang menduduki peringkat pertama. Dua pemenang lain yakni Fitri dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Muhammad Fariz dari Institut Sains dan Teknologi Akprind (IST Akprind).

“Sudah sejak dua tahun lalu ingin mengikuti mawapres, tapi karena diprioritaskan bagi angkatan yang sudah matang jadi baru bisa tercapai tahun ini,” ucap mahasiswi angkatan 2011 ini. Jiwa kompetitif sudah meresap dalam diri Ayaa, tidak hanya mawapres tapi untuk kompetisi dan seleksi lainnya. Iklim kompetitif yang kuat dirasakan Ayaa ketika menghadapi peserta seleksi mawapres regional Yogyakarta dengan total sembilan orang itu. Walaupun dari segi kuantitas terbilang sedikit, baginya pengalaman seperti ini menjadi tantangan baru.

Proses seleksi dengan melihat beberapa aspek seperti, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), Prestasi yang pernah diraih (menunjukkan 10 pretasi yang diunggulkan), kemampuan bahasa Inggris (speaking dan writting), dan karya tulis beserta presentasinya. Presentasi peserta saat itu memicu Ayaa untuk semakin termotivasi mengasah diri, tak disangka ia mampu menyingkirkan delapan peserta dan menduduki peringkat pertama. Setelah menjalani proses seleksi tingkat kopertis di masing-masing regional, ketiga pemenang terutama dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) akan diikutkan ke tingkat nasional. Berbeda dengan mawapres terpilih dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang bisa langsung mengikuti seleksi tingkat nasional.

“Proses seleksi ini cukup panjang harus memenuhi berkas-berkas sebagai prasyarat dari DIKTI, seleksi dari Pogram Studi melalui Wakil Dekan 3 dan Wakil Dekan 1, lalu seleksi tingkat universitas yakni berkas tes TOEFL, Focus Group Discussion, dan Interview,” ungkap mahasiswi asal Yogyakarta yang gemar membaca ini. Setelah memenuhi syarat dari universitas yang diumumkan tanggal 16 April 2015, berkas kemudian dikirim ke Kopertis V dan di seleksi tanggal 21 Mei 2015. Pasca menduduki peringkat pertama, Ayaa dan dua pemenang lain akan menjalani desk evaluation dit tingkat nasional bersama para mawapres PTN seluruh Indonesia.

Desk evaluation tidak hanya menilai berkas yang sudah masuk ke DIKTI melainkan pserta harus mengunggah video presentasi karya tulis dalam bahasa Inggris dan video keseharian. Deadline yang ditentukan yakni tanggal 28 Mei 2015, hasilnya akan dipilih 15 orang untuk diundang ke babak final seleksi mawapres tingkat nasional pada tanggal 2 sampai 4 Juli 2015. “Memaksimalkan kesempatan untuk berkompetisi dapat merangsang jiwa untuk berkompetisi yang kuat, selain positif, minat dan bakat dapat disalurkan dengan baik serta memiliki semangat optimisme,” tukasnya. (Paulus)

Gratsia Kencanamaya

UAJY Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) adalah lembaga pendidikan tinggi swasta yang didirikan oleh kaum awam Katolik dan dikelola oleh Yayasan Slamet Rijadi - Yogyakarta, di bawah lindungan Santo Albertus Magnus. Universitas Atma Jaya Yogyakarta lahir pada tanggal 27 September 1965, dengan tujuan untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang berdimensi serta berorientasi global.
© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta Follow UAJY: Facebook Twitter Linked Youtube