1
header-int

Pameran Hasil Program KKN Mahasiswa UAJY Ke-67 : “Lawan Teknologi dengan Ideologi”

22 July 2015
Share Facebook Share

Bertempat di Balai Desa Banjarsari, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo, pada Senin (13/7) berlangsung upacara penutupan pelaksanaan Program KKN mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) ke-67, Semester Genap TA. 2014/2015. Upara penutupan dilakukan oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LLPM) UAJY Dr. I. Putu S. Sanjaya, SE., M.Si.,Ak.CA. Dalam pidato penutupannya, Putu menyampaikan bahwa selama satu bulan di lokasi KKN, mahasiswa telah bekerja sama dengan Pemerintah Pedukuhan, Desa, Kecamatan dan beberapa instansi di Kabupaten Kulonprogo serta masyarakat setempat sehingga secara bersama-sama mereka telah menghasilkan beberapa program.

Acara dilanjutkan dengan pameran hasil Program KKN mahasiswa UAJY berupa pengolahan produk-produk lokal menjadi barang konsumsi dan kerajinan di halaman Balai Desa Banjarsari, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo. Pameran secara resmi dibuka oleh Bupati Kulonprogo, dr. H. Hasto Wardoyo, Sp. OG(K). Di samping mengapresiasi positif kegiatan KKN UAJY, Hasto kembali mengingatkan sisi negatif dari perkembangan teknologi, terutama yang terkait dengan kian gencarnya teknologi dalam meninabobokkan kesadaran masyarakat bahkan cenderung menjerumuskan ke dalam budaya konsumerisme terhadap produk-produk asing. Tak mengherankan kalau kemudian produk-produk lokal menjadi tersingkirkan di negerinya sendiri.

Tak terhitung produk barang dan jasa yang menawarkan kenikmatan kepada masyarakat sehingga kehidupan masyarakat  menjadi lebih mudah. Di sisi lain kondisi ini  akan menggiring masyarakat ke dalam perilaku konsumeristik yang tak terkendali, yang bisa menyeret ke dalam tahapan yang secara psikologis  disebut sebagai  compulsive buying disorder (kecanduan belanja) produk asing tersebut.

Bagi mereka,  objek-objek konsumsi yang berupa komoditi tidak lagi sekedar memiliki manfaat (nilai guna) dan harga (nilai tukar) seperti dijelaskan oleh Marx. Lebih dari itu, obyek konsumsi dijadikan lambang status, prestise, dan kehormatan (nilai dan simbol). Nilai dan simbol yang berupa status, prestise, ekspresi gaya dan gaya hidup kemewahan dan kehormatan tersebut menjadi motif utama aktivitas konsumsi masyarakat. Jadi masyarakat modern sekarang ini berperilaku konsumtif tidak hanya untuk sekedar memenuhi kebutuhan saja, namun untuk meningkatkan status diri/kehormatan.

Dalam perkembangannya, hedonisme lebih cenderung menyerang remaja atau dalam konteks ini mahasiswa, karena pada masa remaja, individu sedang dalam keadaan mencari jati diri. Pada masa itulah  hedonisme datang dengan tawaran yang menggiurkan, sehingga mahasiswa sangat mudah terpengaruh melestarikannya. Untuk itulah menurut Hasto, ”Tidak ada cara lain kecuali melawan sisi negatif teknologi  dengan ideologi. Lahirnya slogan Bela Beli Kulonprogo merupakan sikap dan langkah ideologis untuk membela produk lokal yang semakin terpinggirkan. Slogan tersebut diharapkan mampu membangkitkan kesadaran warga untuk setia membela serta membeli produk yang dihasilkan oleh komunitas dan kawasan lokal.”

Selain di Kecamatan Kalibawang, Program KKN mahasiswa UAJY yang ke-67 sekarang ini juga dilaksanakan di Ketapang, Kalimantan Barat serta Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo. Sementara itu, pameran hasil kegiatan KKN di Ketapang telah dilaksanakan pada 5 Juli 2015 dan Samigaluh pada 11 Juli 2015. (One 22/7)

pameran kkn

UAJY Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) adalah lembaga pendidikan tinggi swasta yang didirikan oleh kaum awam Katolik dan dikelola oleh Yayasan Slamet Rijadi - Yogyakarta, di bawah lindungan Santo Albertus Magnus. Universitas Atma Jaya Yogyakarta lahir pada tanggal 27 September 1965, dengan tujuan untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang berdimensi serta berorientasi global.
© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta Follow UAJY: Facebook Twitter Linked Youtube