header-int

Pascasarjana UAJY Gelar Kuliah Umum “Hubungan Diplomatik RI-China di Era Digital”

06 March 2018
Share Facebook Share

Program Pascasarjana Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) mengadakan kegiatan Kuliah Umum, di Ruang III/3 lantai 2 Pascasarjana, Gedung Bonaventura Kampus III, Jalan Babarsari 43, Yogyakarta, Senin (5/3). Tema yang diangkat adalah “Hubungan Diplomatik RI – China di Era Digital”. Tujuan dari kuliah umum ini adalah untuk memberikan wawasan kepada para mahasiswa (dan publik) mengenai perkembangan hubungan diplomatik kedua negara yang pernah mengalami “jatuh bangun” namun terus berkembang maju.

Kuliah dimulai pada pukul 11.00 dan dihadiri oleh sekitar 50 peserta, baik dosen, mahasiswa pascasarjana maupun mahasiswa S1. Acara dimulai dengan pembukaan oleh Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi, Dr. Lukas S Ispandriarno. Secara singkat disampaikan profil dari pembicara kuliah umum, antara lain Bapak Drs. Djauhari Oratmangun, Duta Besar Republik Indonesia “Designated” to China.

3

Djauhari memulai sesi dengan memaparkan kondisi Indonesia dan China dalam Perspektif Regional dan Global, di mana posisi strategis Indonesia merupakan daya tawar yang tinggi sedangkan posisi strategis & potensi China terbuka luas untuk dilakukan kerjasama.

Djauhari juga memberikan gagasan untuk menjalin relasi yang lebih baik lagi dengan China guna memberikan peluang kerjasama yang lebih luas. Misalnya dalam bidang pariwisata, jumlah wisatawan meningkat dari 1,4 juta (2016) menjadi 2 juta (2017). Dari data yang dipaparkan ini, Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan peluang bisnis di bidang penjualan souvenir untuk kebutuhan wisatawan China. Dengan adanya kegiatan ekspor ini, pertumbuhan ekonomi di Indonesia juga akan ikut meningkat.

Djauhari mengungkapkan bahwa ekonomi global di dunia akan berubah pada tahun 2030. China akan menempati posisi teratas dan Indonesia diprediksi akan menempati posisi kelima, baik dalam bidang politik maupun ekonomi. Hal ini dapat menimbulkan sisi negatif, apabila masyarakat Indonesia tidak siap untuk ikut berkompetisi di dalamnya.

1

Namun, perubahan ekonomi dunia juga akan memberikan hal positif, salah satunya adalah terbukanya peluang kerjasama bagi China dan Indonesia. Oleh karena itu, sebagai salah satu dari banyak negara yang berkembang, Indonesia harus ikut bekerjasama dengan para pemain global. Misalnya, melakukan pendekatan konstruktif bilateral melalui ASEAN.

Di akhir acara, dibuka sesi tanya-jawab dan sebagai penutup, Drs. Djauhari memberikan masukan untuk Universitas Atma Jaya dalam rangka ikut membantu kerjasama Indonesia dan China adalah dengan mengadakan partnership di bidang pendidikan.

UAJY Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) adalah lembaga pendidikan tinggi swasta yang didirikan oleh kaum awam Katolik dan dikelola oleh Yayasan Slamet Rijadi - Yogyakarta, di bawah lindungan Santo Albertus Magnus. Universitas Atma Jaya Yogyakarta lahir pada tanggal 27 September 1965, dengan tujuan untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang berdimensi serta berorientasi global.
© 2018 Universitas Atma Jaya Yogyakarta Follow UAJY: Facebook Twitter Linked Youtube