header-int

Pentingnya Pendidikan Politik dalam Kecerdasan Beragama

07 May 2018
Share Facebook Share

Magister Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (MIK UAJY) mengadakan kuliah umum pada Sabtu (5/5). Pertemuan di Gedung Bonaventura, Kampus III UAJY tersebut membahas tentang pentingnya pendidikan politik dalam kecerdasan beragama.

Tema “Politik Pendidikan untuk Pengembangan Kecerdasan Beragama” menjadi topik pembahasan pertemuan kala itu. Selain itu, tema tersebut sekaligus memperingati Hari Pendidikan Nasional pada Rabu (2/5) lalu. Di sisi lain, agama kerap dijadikan kambing hitam dalam dinamika politik di Indonesia.

“Tema diangkat dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional. Selain itu, belakangan ini agama sering menjadi isu untuk membelah masyarakat, bukan malah menyatukan. Caranya dengan labelling atau stigmatisasi,” ujar Lukas S. Ispandriarno, Kepala Program Studi (Prodi) MIK UAJY.

1

Politik pendidikan di Indonesia dinilai masih memprihatinkan, sebab lebih mengutamakan unsur-unsur administratif. Fenomena ini sering tidak disadari oleh para pendidik.

“Proses pendidikan politik yang selama ini disediakan oleh Negara, selama ini tidak sanggup mengantisipasi dinamika-dinamika yang ada,” tutur Profesor Purwo Santoso, M.A., Ph.D  pembicara kuliah umum yang menjabat sebagai Guru Besar FISIPOL Universitas Gadjah Mada dan Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta.

Menurutnya, demokrasi merupakan kedaulatan rakyat. Namun dalam praktiknya, proses berdemokrasi bukanlah dari rakyat, melainkan dari para elite politik. Partai politik adalah investasi para elite, bukan perjuangan rakyat untuk mengendalikan negara. Pendidikan politik Indonesia kalah cepat dengan perayaan pemilihan umum. Pendidikan tersebut langsung menggunakan hak, namun kemampuan menggunakannya belum disiapkan.

2

Tiap orang perlu mendapatkan pendidikan politik. Di Indonesia, pendidikan tersebut didapat melalui kurikulum, seperti Pendidikan Kewarganegaraan dari Sekolah Dasar (SD) hingga perkuliahan. Hasilnya adalah terbuangnya waktu belajar, bukannya membentuk perilaku berpolitik yang berkualitas.

Kuliah umum ini mendapat respons positif dari para pesertanya. Keterbukaan narasumber untuk menjelaskan secara gamblang dinamika perpolitikan di Indonesia patut diapresiasi.

“Menurut saya, perlu memasukkan audiensi dari beragam kelompok, sehingga dapat makin memperkaya perspektif kita,” kata Juli Natalia Silalahi, alumni mahasiswa pasca sarjana Sosiologi UGM.

UAJY Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) adalah lembaga pendidikan tinggi swasta yang didirikan oleh kaum awam Katolik dan dikelola oleh Yayasan Slamet Rijadi - Yogyakarta, di bawah lindungan Santo Albertus Magnus. Universitas Atma Jaya Yogyakarta lahir pada tanggal 27 September 1965, dengan tujuan untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang berdimensi serta berorientasi global.
© 2018 Universitas Atma Jaya Yogyakarta Follow UAJY: Facebook Twitter Linked Youtube