header-int

Peringati Hari Perempuan Internasional Lewat Nonton Bareng Dan Diskusi

10 March 2017
Share Facebook Share

Perjuangan menyuarakan hak perempuan telah terjadi sejak puluhan tahun yang lalu. Di berbagai negara terdapat para tokoh yang memperjuangkan hak-hak kaum perempuan. Dalam rangka memperingati hari perempuan Internasional yang jatuh pada tanggal 8 Maret, para mahasiswa yang tergabung dalam Sahabat Jurnal Perempuan (SJP) region Yogyakarta bersama Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Atma Jaya Yogykarta (FISIP UAJY) menyelenggarakan Nonton Bareng dan Diskusi bertempat di ruang 4007 kampus 4 Gedung Teresa pada Kamis (9/3).

Acara dimulai dengan pemutaran film berjudul SUFFRAGETTE tahun 2015 yang disutradarai oleh Sarrah Gavron. Film yang berasal dari Amerika Serikat ini mengisahkan tentang perjuangan para kaum perempuan di Inggris tahun 1962 yang tergabung dalam Suffragette yaitu gerakan yang menuntut hak suara bagi perempuan dan rela mengorbankan segalanya demi kesetaraan sosial.

Tidak hanya menonton film, acara dilanjutkan dengan Diskusi yang dimoderatori oleh Makrus Ali (Staff Bidang Perempuan dan Politik Yayasan Satunama) serta menghadirkan Karina Roosevita seorang seniwati dan peneliti sebagai pemantik diskusi dalam acara tersebut.

Dalam diskusi Karina menyampaikan bagaimana kaitannya film SUFFRAGETTE dengan hak perempuan pada saat ini. “Karena film ini mempresentasikan hak – hak perempuan, bagi saya hak untuk memilih adalah hak yang paling penting”. Dr. Lukas S. Ispandriarno (Dosen FISIP UAJY) juga turut mengutarakan pendapatnya terhadap film karya Sarrah tersebut. “Film ini kuat menunjukkan perempuan berjuang membuat perempuan menjadi militan sehingga kita perlu mencontoh”.

Tidak hanya mengkaitkan film SUFFRAGETTE terhadap realita hak perempuan pada saat ini, Karin juga membahasan mengenai diskriminasi media terhadap hak perempuan. “Diskriminasi media masih sangat kuat. Tahun 2000an sangat populer kisah–kisah kepedihan, wanita dipukuli, diperlakukan dengan kekerasan bahkan mengalami siksaan. Itu yang menarik untuk dijual. Marak-maraknya film berbau sex dan horor membuktikan bahwa hak perempuan di media belum terbukti kala itu. Kalian anak komunikasi perlu duduk di bangku produser agar bisa menopang suara-suara perempuan lewat sana” jelasnya.

“Semua perempuan terlahir unik, berbeda satu dengan yang lain tapi bagaimana satu sama lain tersebut menjadikan kita saling menghargai, mendukung, merawat perbedaan itu” ujar Karin di akhir diskusi.

DSC_2199 (2)

UAJY Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) adalah lembaga pendidikan tinggi swasta yang didirikan oleh kaum awam Katolik dan dikelola oleh Yayasan Slamet Rijadi - Yogyakarta, di bawah lindungan Santo Albertus Magnus. Universitas Atma Jaya Yogyakarta lahir pada tanggal 27 September 1965, dengan tujuan untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang berdimensi serta berorientasi global.
© 2017 Universitas Atma Jaya Yogyakarta Follow UAJY: Facebook Twitter Linked Youtube