1
header-int

Tim Abdimas UAJY Raih Peringkat 2 Abdimas Terbaik se-Indonesia

03 January 2022
Share Facebook Share

Tim Pengabdian Masyarakat (Abdimas) Universitas Atma Jaya Yogyakarta berhasil meraih peringkat dua Abdimas terbaik se-Indonesia menggunakan Bantuan Pendanaan Program Penelitian Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian dan Purwarupa PTS yang diselenggarakan oleh Ditjen Diktiristek Tahun Anggaran 2021.

Universitas Atma Jaya Yogyakarta meraih program pendanaan dari Ditjen Diktiristek sebagai wujud apresiasi Kemendikbudristek atas capaian Indikator Kerja Utama (IKU), Nilai Kerja Penelitian, dan Nilai Pengabdian kepada Masyarakat yang baik pada sekitar 140 PTS. UAJY masuk dalam klaster satu dan mendapat pagu anggaran sebesar Rp1,8 M.

WhatsApp Image 2022-01-03 at 7.48.43 AM_2

Dana hibah dapat dicairkan melalui pembuatan proposal kegiatan terkait penelitian dan pengabdian masyarakat. UAJY melakukan seleksi internal terhadap 1 proposal penelitian dengan 2 subtopik, dan 6 proposal pengabdian masyarakat untuk diajukan ke Ditjen Diktiristek.

Pengabdian terbaik dari Tim Abdimas UAJY yang diketuai Desideria Cempaka Wijaya Murti, S.Sos., MA., Ph.D., dengan anggota Dr. Victoria Sundari Handoko, S.Sos., M.Si, serta dua anggota mahasiswa Zikrina Ratri dan Anthony Bryan Sany Vernico, berhasil meraih total skor 83 sebagai Pengabdian Masyarakat Terbaik ke-2 se-Indonesia dengan program pengabdian “Peningkatan Digitalisasi Pariwisata dengan Model Co-Creation di Wilayah Desa Purwoharjo, Kulon Progo.”

Latar belakang pemilihan Desa Purwoharjo sebagai target program pengabdian masyarakat berawal dari penduduk desa yang mendorong pengembangan Desa Wisata Tinalah yang memiliki potensi kekayaan alam, sejarah, dan budaya.

Tim Abdimas UAJY mengembangkan informasi edukasi objek wisata berbasis kecerdasan buatan melalui aplikasi mobile Tinalah Edu atau disebut aplikasi ‘Mbak Dewi,’ di mana setiap wisatawan dapat memotret obyek benda khas desa wisata dan otomatis memperoleh informasi terkait kearifan lokal dari benda tersebut.

Pengembangan digitalisasi ini yang kemudian menggunakan model Co-Creation. Co-Creation adalah penciptaan bersama untuk menghasilkan product value yang lebih berkualitas dan sesuai dengan harapan stakeholders. Sejak pandemi COVID-19, wisata alam terbuka menjadi alternatif kunjungan bagi wisatawan domestik. Digitalisasi pariwisata menjadikan masyarakat ikut beradaptasi dalam perkembangan teknologi dan menggunakan inovasi digital untuk mengangkat ekonomi masyarakat.

Desideria menjelaskan masyarakat setempat sangat terlibat aktif dalam pengembangan model Co-Creation dan menjadikan penduduk lokal setempat sebagai co-creator. “Model Co-Creation sendiri itu menjadikan teman-teman sebagai co-creator, jadi kami itu sebenarnya lebih ke fasilitator. Kami sama-sama mitra, mitra berpikir, mitra meng-create teknologinya, semuanya dibuat bersama dengan teman-teman Tinalah, jadi potensi lokal sangat terlibat,” jelas Desideria.

Upaya inovasi dengan strategi model Co-Creation diperlukan oleh pengelola wisata dalam upaya pengembangan usaha wisata di tiga kawasan yakni kawasan wisata sejarah (Museum Sandi dan sekitarnya), kawasan wisata alam (Gua Sriti dan Puncak Kleco), dan kawasan wisata edukasi (Desa Wisata Tinalah).

Cakupan digitalisasi pariwisata ini meliputi empat aktivitas yang akan dilakukan pada tiga kawasan tersebut, antara lain:

  • Visualisasi obyek budaya dan alam melalui foto dan video dalam media multiplatform yang dapat meningkatkan pemasaran destinasi.
  • Penguatan story telling destinasi melalui public speaking, konten cerita, dan pembuatan jalur wisata.
  • Integrasi pembayaran cashless atau QRIS.
  • Sosialisasi penggunaan aplikasi mobile desa yang mendukung paket wisata, guide lokal, serta mempermudah wisatawan bertamasya dengan adanya sarana pendukung wisata berbasis mobile phone seperti solar charging station.

 Melalui program pengabdian masyarakat yang diusung oleh Tim Abdimas UAJY, Desa Wisata Tinalah berhasil meraih sejumlah pencapaian, seperti:

  • Juara 4 Tingkat Nasional Kategori Digital
  • Juara 5 Desa Wisata terbaik DIY
  • Peningkatan pengunjung yang pesat yakni menjadi 2700-an pengunjung di akhir tahun 2021

Desideria mengungkapkan masih ingin melakukan banyak hal untuk langkah selanjutnya terkait program pengabdian masyarakat ini.

“Tentu kami masih ingin melakukan banyak hal. Sebenarnya desa wisata bisa kita sebut sebagai techno park, artinya sebagai sebuah lahan yang sangat mengasyikkan untuk kolaborasi dengan universitas. Universitas bisa tahu bagaimana produknya bisa terpakai di industri,” jelas Desideria.

Wakil Rektor I UAJY, Sushardjanti Felasari, S.T., M.Sc.CAED., Ph.D., menyampaikan harapannya melalui pencapaian ini, mahasiswa dan dosen UAJY akan semakin banyak terlibat dalam kegiatan MBKM yang akan meningkatkan jumlah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Universitas berharap ke depan kolaborasi Tridharma dengan dunia usaha, dunia industri, dan masyarakat umum juga semakin banyak dan semakin cepat dilakukan khususnya terkait penguatan penelitian dan pengabdian masyarakat yang mendorong inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” sebut Felasari.

Pengabdian ini bekerja sama dengan Universitas Kristen Immanuel (Antonius Bima Murti Wijaya, M.T) dalam pembuatan Aplikasi dengan nama Tinalah Edu Apps (Mbak Dewi) dan 2 unit Solar Charging Station di Kedai Kopi Desa Wisata Tinalah dan Puncak Kleco, Desa Purwoharjo, Kulon Progo.

Pengabdian masyarakat ini tentunya bisa terwujud berkat dukungan banyak pihak, terutama Ditjen Diktiristek, Universitas Kristen Immanuel, pengelola Desa Wisata Tinalah, penduduk dan Lurah Desa Purwoharjo Kulon Progo, dan Travelxism.

***

UAJY Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) adalah lembaga pendidikan tinggi swasta yang didirikan oleh kaum awam Katolik dan dikelola oleh Yayasan Slamet Rijadi - Yogyakarta, di bawah lindungan Santo Albertus Magnus. Universitas Atma Jaya Yogyakarta lahir pada tanggal 27 September 1965, dengan tujuan untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang berdimensi serta berorientasi global.
© 2022 Universitas Atma Jaya Yogyakarta Follow UAJY: Facebook Twitter Linked Youtube