1
header-int

Tim Pengabdian UAJY Bantu Pengolahan Kopi Gapoktan Sejahtera Cangkringan

13 August 2020
Share Facebook Share

Dewasa ini, antusiasme masyarakat terhadap kopi sangat tinggi. Ini adalah peluang besar bagi para petani kopi untuk meningkatkan taraf ekonomi dan kualitas produk kopi. Salah satu kendala yang dihadapi oleh petani kopi adalah penanganan pascapanen.

Berawal dari hal tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) yang  didanai dari hibah Kemenristekdikti BRIN 2020 tergerak untuk meningkatkan kemampuan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sejahtera Umbulharjo, Cangkringan Sleman, Yogyakarta dalam penanganan kopi pascapanen. Hibah pengabdian ini diketuai oleh Dr.rer.nat. Yuliana Reni Swasti, S.TP., MP (Dosen Prodi Biologi) dan didukung oleh L.M. Ekawati Purwijantiningsih, S.Si., M.Si (Dosen Prodi Biologi) dan Dinar Gumilang Jati, ST., M.Eng (Dosen Prodi Teknik Sipil) sebagai anggota.

Gapoktan Sejahtera mengelola kebun kopi dengan luas sekitar 21.400 m2 di lereng Gunung Merapi. Para petani menanam kopi dengan menggunakan pupuk organik. Mereka tidak hanya menanam kopi, tetapi juga sudah mengolah produk kopi sendiri untuk dijual kepada masyarakat. Hasil panen kopi bisa mencapai 1500 kg/bulan pada saat masa puncak panen. Potensi ini belum didukung dengan penangananan pascapanen yang memadai. Beberapa persoalan penanganan pascapanen yang ditemukan antara lain waktu pemanenan, cara fermentasi, proses pengeringan, penyangraian, dan cara pengemasan.

Kendala pandemi Covid 19 tidak menghalangi Tim Pengabdian UAJY untuk memberikan pelatihan pengolahan pascapanen kepada para petani sekaligus membangun green house (tempat pengeringan biji kopi) dan membantu penyedian alat penyangrai. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini sudah berlangsung sejak 8 Juni 2020 dan masih berlangsung hingga sekarang, kegiatan ini sudah mencapai 70%.

WhatsApp Image 2020-08-12 at 14.52.07

Pelatihan pengolahan pasca panen dilaksanakan empat kali secara daring dan satu kali secara tatap muka dengan tetap menaati protokol kesehatan. Pembangunan green house baru yang lebih luas dengan ukuran 9m x 5,6m x 3m menggantikan green house yang lama yang kurang memadai dan sempit. Green house yang lama terbuat dari bambu dan masih beralaskan tanah. Kondisinya sangat memprihatinkan karena ditemukan banyak bubuk bambu. Tempat pengeringan kopi juga terbuat dari anyaman bambu. Kelemahan green house yang lama adalah kualitas sirkulasi udara yang merupakan salah satu komponen penting di dalam pengeringan kopi.

Kerangka green house yang baru dibangun dengan menggunakan galvanis dan baja ringan. Tempat pengeringan yang baru juga terbuat dari baja ringan dan green house ditutup dengan plastik  anti UV 14.

“Selama ini, petani sering mengabaikan proses pengeringan. Sebenarnya salah satu kunci untuk menghasilkan kopi dengan cita rasa yang baik adalah menjaga kualitas proses pengeringan,” jelas Reni.

Green house yang baru dirancang agar proses pengeringan menjadi lebih higienis, sirkulasi udara menjadi lebih baik, kelembaban udara terjaga, dan suhu udara yang ideal untuk proses pengeringan dapat terjaga dengan baik. Green house yang baru dilengkapi dengan alat pendeteksi suhu dan kelembaban.

Selain membenahi proses pengeringan, Tim Pengabdian UAJY juga melatih petani untuk proses penyangraian. Selama ini proses penyangraian hanya menggunakan wajan. Proses pengolahan semacam ini menjadikan volume biji kopi tidak dapat mengembang dan cita rasa kopi juga tidak terbentuk. Tim memberikan mesin  penyangrai yang baru  dengan kapasitas 1 kg. Dengan mesin penyangrai yang baru ini, volume biji kopi yang disangrai bisa membesar, cita rasa kopi menjadi terbentuk, dan warna yang dihasilkan menjadi lebih seragam.

“Melalui pengabdian ini kami berharap agar kualitas kopi meningkat dan ekonomi masyarakat meningkat, sehingga dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat dan anggota kelompok tani,” ujar Reni.

UAJY Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) adalah lembaga pendidikan tinggi swasta yang didirikan oleh kaum awam Katolik dan dikelola oleh Yayasan Slamet Rijadi - Yogyakarta, di bawah lindungan Santo Albertus Magnus. Universitas Atma Jaya Yogyakarta lahir pada tanggal 27 September 1965, dengan tujuan untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang berdimensi serta berorientasi global.
© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta Follow UAJY: Facebook Twitter Linked Youtube