header-int

UAJY Bersama Komunitas Tuli ADECO Yogyakarta Kembangkan Produk Kerajinan Tangan dan Pemasaran Digital

07 October 2019
Share Facebook Share

Kelompok difabel merupakan kelompok yang memiliki kerentanan terhadap diskriminasi. Termasuk dalam hal peluang untuk mendapatkan pekerjaan. Kondisi ini menjadi tantangan bagi komunitas Alumni Dena Upakara dan Don Bosco atau yang sering disingkat dengan ADECO. Komunitas alumni SLB/B Dena Upakara dan Don Bosco yang terletak di Wonosobo ini telah tersebar di berbagai daerah, termasuk salah satunya Yogyakarta. Kelompok difabilitas tuli ini berbekal kemampuan yang dimiliki berupaya untuk menjadi individu yang mandiri, selain bekerja di instansi sebagian besar berkarya dengan berwirausaha. Salah satu produk unggulan dari komunitas ADECO khususnya perempuan adalah produk kerajinan tangan yang berasal dari kain hasil renda, rajut, serta kain perca. Beberapa produk kerajinan tangan yang dihasilkan berupa: dompet, tempat HP, tempat tisu, hingga pakaian anak.

Kelompok ini memiliki permasalahan dalam memasarkan produk kerajinan tangan yang telah dibuat. Selama ini produk kerajinan tangan hanya dipasarkan melalui pengepul dan pemesan yang harganya tidak sebanding dengan kreativitas, waktu, dan tenaga yang dicurahkan untuk berkarya. Di sisi lain, produk-produk yang dihasilkan masih kurang inovatif karena kurangnya referensi. Hal ini seperti diungkap salah satu perajut yang juga tuli, Dita Rukmini, “saya sering diundang pelatihan pemasaran produk, tetapi sulit untuk mengikuti dan menangkap materinya, karena pelatihan ditujukan untuk umum dan tidak ada penerjemah bahasa isyaratnya.”

Foto pelatihan pemasaran digital melalui online marketplace, 3 Agustus 2019 di Lab Komputer Fakultas Teknologi Industri, Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Melalui Program Kemitraan Masyarakat, tim dosen dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik bersama Fakultas Teknologi Industri, Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) mencari solusi untuk dapat meningkatkan potensi produk kerajinan tangan berbahan kain, renda, dan rajut agar memiliki nilai tambah secara ekonomi. Untuk menunjang hal ini, tim dosen UAJY membuat program utama yakni pelatihan pengembangan produk kerajinan tangan inovatif, pembuatan brand, hingga pemasaran digital. Pendekatan dan fasilitasi dalam program disesuaikan dengan komunitas ini, di mana pendampingan dilakukan secara intensif dan melibatkan juru bahasa isyarat untuk memperlancar proses komunikasi.

Ketua tim Program Kemitraan Masyarakat, Alexander Beny Pramudyanto, M.Si. mengungkapkan “Rekan-rekan pembuat produk kerajinan tangan memiliki potensi besar untuk menjadikan produknya bernilai ekonomi lebih. Melalui pelatihan pengembangan produk, pembuatan brand, dan pemasaran digital harapannya rekan-rekan ADECO dapat semakin percaya diri dan mendapat pengakuan bahwa mereka memiliki karya yang bagus serta mampu bersaing dengan produk-produk kerajinan tangan sejenis.”

Foto pelatihan pemotretan produk kerajinan

Program Kemitraan Masyarakat yang secara efektif dijalankan sejak bulan Juni 2019 akan berakhir di bulan Oktober 2019. Program ini terselenggara dengan didukung penuh oleh Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Output yang telah dicapai sampai bulan September 2019, komunitas ini memiliki brand jelujur.id yang menaungi karya kerajinan tangan komunitas tuli. Selain itu, program ini juga menghasilkan website dengan alamat jelujur.id yang masih dalam proses pengembangan sebagai media branding dan komunikasi pemasaran.

Melalui Program Kemitraan Masyarakat ini, peserta mendapat tambahan pengetahuan dan keterampilan yang dapat digunakan untuk mengembangkan usaha mereka. Seperti diungkap Dita Rukmini, “Melalui pelatihan yang diselenggarakan atma jaya ini, saya belajar banyak, langsung praktek, bisa langsung tanya kalo ada yang kurang jelas, dan sekarang saya tau bagaimana memotret produk untuk pemasaran melalui media sosial.”

Untuk mendukung pemberdayaan komunintas tuli ini, UAJY berkomitmen untuk mendampingi dalam pengembangan usaha bersama secara berkelanjutan, sehingga komunitas ini dapat semakin mandiri nantinya.

_DSF3272

UAJY Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) adalah lembaga pendidikan tinggi swasta yang didirikan oleh kaum awam Katolik dan dikelola oleh Yayasan Slamet Rijadi - Yogyakarta, di bawah lindungan Santo Albertus Magnus. Universitas Atma Jaya Yogyakarta lahir pada tanggal 27 September 1965, dengan tujuan untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang berdimensi serta berorientasi global.
© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta Follow UAJY: Facebook Twitter Linked Youtube