header-int

UAJY Mewisuda 487 Sarjana dan Magister

25 November 2012
Share Facebook Share

Sabtu (24/11) Yogyakarta menyelenggarakan upacara wisuda dan magister Periode I Tahun Akademik 2012/2013. Jumlah wisudawan kali ini sebanyak 487 dengan rincian 459 strata satu dan 28 magister. Sedangkan komposisi jumlah lulusan meliputi 44,15% wanita dan 55,85% pria.

Pada wisuda kali ini tercatat sebanyak 64 lulusan (13,14%) dari total lulusan dinyatakan lulus dengan predikat cum laude, dengan perincian 57,81% atau 37 lulusan adalah wanita dan 42,19% atau 27 lulusan adalah pria. Ilmu merupakan prodi yang paling banyak memiliki lulusan dengan predikat cum laude.

Dari 56 orang program strata 1 yang lulus dengan predikat Cum Laude tersebut berasal dari 35 SMA di seluruh Indonesia, 11 diantaranya dari SMA luar Jawa. SMA yang banyak menghasilkan lulusan dengan predikat Cum Laude adalah :

  1. SMA Stella Duce 1 Yogyakarta , 10 orang
  2. SMA Kolese De Britto Yogyakarta, 7 orang
  3. SMA Regina Pacis Surakarta, 2 orang
  4. SMA Santa Maria Yogyakarta, 2 orang
  5. SMA Sedes Sapientiae Jambu, 2 orang
  6. SMA Sedes Sapientiae Semarang, 2 orang
  7. SMA Pangudi Luhur Yogyakarta, 2 orang
  8. SMA Tarakanita Magelang, 2 orang

Wisuda kali ini juga meluluskan sarjana dari Program PSSB (Program Seleksi Siswa Berprestasi) dan PMB Unggulan. Tercatat sebanyak 13 lulusan berasal dari Program PSSB dan 179 lulusan berasal dari Program PMB Unggulan. Program PSSB adalah program penerimaan mahasiswa baru yang diperuntukkan bagi siswa SMA yang memiliki prestasi akademik tinggi dan berasal dari keluarga dengan latar belakang kurang mampu. Peserta PSSB dibebaskan dari masuk dan mendapat penuh selama mengikuti kuliah di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Program PMB Unggulan adalah program penerimaan mahasiswa baru yang diperuntukkan bagi siswa SMA yang memiliki prestasi akademik tinggi dan berasal dari keluarga dengan kemampuan ekonomi yang baik. Peserta PMB Unggulan dibebaskan dari ujian masuk. Sampai dengan wisuda kali ini Universitas Atma Jaya Yogyakarta telah meluluskan sebanyak 32.728 sarjana dengan rincian 31.407 sarjana strata satu dan 1.321 magister.

Dalam sambutannya, Rektor Dr. R. Maryatmo, MA. mengungkapkan keprihatinannya terhadap fenomena merosotnya toleransi sosial yang terjadi akhir-akhir ini. Maraknya kasus tawuran massal, adanya warga desa yang satu melawan warga desa yang lain. Suku yang satu melawan suku yang lain. Bahkan yang lebih memprihatinkan adalah tawuran antar kelompok mahasiswa yang seharusnya menjadi cermin kelompok intelektual bangsa Indonesia.

Dengan mengacu pada pendapat Antony Oberschall (1978), Rektor mengungkapkan bahwa secara tidak langsung konflik sosial terjadi karena tidak terpenuhinya rasa keadilan dan pemerataan. Bentuk konflik tersebut bisa berwujud demo, mogok kerja, sampai pada berbagai kekerasan seperti yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia, dan bisa juga terjadi antar kelompok klas sosial, ras, agama, suku, dan sebagainya.
Rasa ketidakadilan bisa muncul karena adanya substansi ketidakadilan, namun bisa juga karena rasa subjektivitas ketidakadilan. Tanpa kehadiran pemerintah substansi keadilan tidak akan tercapai. Akan tetapi, kehadiran pemerintah yang tidak adil justru akan melahirkan ketidakadilan yang baru. Dibutuhkan kehadiran pemerintah yang adil untuk mencapai substansi keadilan.

Rasa ketidakadilan juga bisa muncul karena rasa subjektifitas keadilan yang hidup di masyarakat. Subjektifitas rasa ketidakadilan ini bisa muncul karena eksklusifitas masyarakat. Eksklusifitas masyarakat memunculkan prasangka-prasangka buruk antar kelompok masyarakat. Saling bergaul, saling mengenal bisa melunturkan prasangka-prasangka buruk yang akan berkembang. Pepatah tak kenal maka tak sayang berlaku di sini
Berangkat dari keprihatinan itu UAJY akan mendidik calon-calon pemimpin bangsa yang tidak hanya unggul, humanis, dan inklusif. Namun, pemimpin bangsa yang terbuka pergaulannya terhadap berbagai kelompok masyarakat. Mahasiswa UAJY yang berasal dari Sabang sampai Merauke harus tidak hanya unggul, tetapi juga harus bisa bekerja sama, hidup rukun, dan saling toleran satu sama lain. Mahasiswa UAJY harus peduli dengan permasalahan-permasalahan di lingkungannya. Untuk mendukung program tersebut UAJY berencana akan membangun asrama mahasiswa, student centre sebagai sarana pembelajaran terhadap toleransi serta akan menyediakan lebih banyak lagi beasiswa bagi mereka yang perekonomiannya kurang mampu.

UAJY Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) adalah lembaga pendidikan tinggi swasta yang didirikan oleh kaum awam Katolik dan dikelola oleh Yayasan Slamet Rijadi - Yogyakarta, di bawah lindungan Santo Albertus Magnus. Universitas Atma Jaya Yogyakarta lahir pada tanggal 27 September 1965, dengan tujuan untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang berdimensi serta berorientasi global.
© 2014 Universitas Atma Jaya Yogyakarta Follow UAJY: Facebook Twitter Linked Youtube