1
header-int

Wisuda UAJY: Dualisme Politik Ancam Masa Depan Bangsa

23 February 2019
Share Facebook Share

Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) kembali menggelar Wisuda Periode II Tahun Akademik 2018/2019 pada Sabtu, 23 Februari 2019 di Auditorium Kampus 2 Gedung Thomas Aquinas, Babarsari. UAJY mewisuda 557 sarjana dengan rincian 533 sarjana strata satu dan 24 sarjana strata dua (magister). Jumlah wisudawan dengan predikat cumlaude sebanyak 82 orang. Sampai dengan wisuda kali ini UAJY telah meluluskan sebanyak 44.062 sarjana dengan rincian 41.840 sarjana strata satu dan 2.222 sarjana strata dua.

Dalam wisuda tersebut, Elvina Oktaviani dari Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) terpilih menjadi wisudawan terbaik dan memberikan sambutan mewakili para wisudawan. Elvina lulus Sarjana Ilmu Komunikasi dengan predikat cumlaude. Wanita kelahiran Pekalongan, 20 Oktober 1996 ini meraih IPK 3,81.

Selama menempuh kuliah di UAJY, Elvina termasuk mahasiswa berprestasi yang aktif mengikuti kompetisi dan mendapatkan penghargaan, di antaranya meraih Juara I “City Branding Competition” yang diadakan oleh Telkom University Bandung. Selain itu ia juga meraih Juara II “Festival Integritas Kampus” (FIK) yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Di bidang akademik lainnya, Elvina merupakan salah satu penerima Beasiswa Bebas Kuliah Program Seleksi Siswa Berprestasi (PSSB) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (2014-2018) dan Finalist Jogja Public Relations Days 2017.

“Satu motto yang selalu saya pegang adalah selalu haus untuk mencoba hal-hal baru, tentu saja tetap dalam lingkup yang positif,” ungkap Elvina dalam sambutannya.

Menurut Evina, Indeks Prestasi (IP) tidak menentukan kesuksesan seseorang. “Bagi saya sendiri, IP adalah bentuk tanggung jawab saya kepada orang tua dan pihak universitas. Orang tua saya tidak menuntut IP tinggi, tetapi hal yang paling penting adalah attitude yang baik,” tambah Elvina.

3

Elvina berharap ke depannya UAJY berani untuk melakukan berbagai inovasi sehingga mampu mewadahi ide-ide kreatif mahasiswa, sehingga mahasiswa lulusan UAJY tidak hanya mampu bersaing tetapi juga dapat membawa perubahan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam wisuda ini, hadir wakil alumni yaitu Leontinus Alpha Edison yang merupakan salah satu pendiri Tokopedia. Ia lulus dari Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri UAJY tahun 2003.

Ia menyampaikan empat poin penting dalam perusahaan atau organisasi yaitu komunikasi, Research and Development (R&D), problem solving dan kolaborasi.

“R&D harus jalan, harus ada inisiatif dan jangan pernah puas,” jelas Leontinus.

Wisuda ini juga dihadiri oleh Kepala LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta, Dr. Ir. Bambang Supriyadi, CES, DEA. Dalam sambutannya, Kepala LLDIKTI menyampaikan bahwa menurut data statistik ada hampir 700.000 lulusan perguruan tinggi yang menjadi pengangguran.

“Sebagai lulusan perguruan tinggi beranilah jujur dalam segala hal dan jangan jadi job seeker, jadilah job creator,” jelas Kepala LLDIKTI.

Rektor UAJY, Dr. Gregorius Sri Nurhartanto, SH., LL.M, dalam sambutannya mencermati sinyal-sinyal kewaspadaan terhadap politik dan moral dengan tumbuhnya isu-isu kebohongan yang ditiupkan lewat SARA.

“Jangan ikutan bodoh dan konyol, apalagi terus menyebar meme fitnah, ujaran kebencian, hoax,” ujar Nurhartanto.

2

Kebodohan harus dilawan apalagi yang bersembunyi atas nama agama. Karena agama juga bisa jadi alat yang kejam untuk membunuh nalar dan kemanusiaan kita. Musuh kemanusiaan bukanlah kebodohan, tetapi orang yang (mungkin) pintar, berpendidikan tinggi, beragama, namun culas.

Bagaimanapun, bipolarsisasi politik yang sengaja dipelihara oleh beberapa pihak saat ini telah bergeser menjadi dualisme politik. Kondisi inilah yang membahayakan masa depan. Bukan pemerintahan diktator sentralistis, bukan pula perluasan atau penciutan peran negara secara ekstrem, namun lebih karena tak terkendalinya fragmentasi sosial.

“Butuh pemimpin yang benar-benar berwatak seorang negarawan. Pemimpin harus menjadi partner bagi mereka yang dipimpin. Pemimpin tak lagi bisa memimpin hanya berdasarkan kekuasaan struktural belaka,” jelas Nurhartanto.

Seorang pemimpin belum dikatakan memimpin sampai dia meletakkan pelayanan dalam kepemimpinannya, demikian Sri Sultan Hamengkubuwono VIII (1880 – 1939), raja dari Yogyakarta menegaskan.

Di akhir sambutannya, Rektor UAJY berpesan bahwa kesuksesan dalam dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik semata. Masih diperlukan level pendidikan kehidupan yang lebih tinggi dan lebih sulit dibandingkan dengan ketika kuliah di UAJY. Inilah yang dinamakan pendidikan sepanjang hayat di kampus kehidupan nyata-Real Life University, yang penuh dengan dinamika. Namun demikian, janganlah takut dan tetaplah menjaga semangat untuk selalu berjuang bagi kehidupan yang lebih baik di masa depan.

“Selamat memasuki dunia kerja, membangun karir dan kehidupan yang bermartabat dan dapat membawa berkat, kesejahteraan, perdamaian dan keadilan tidak hanya bagi diri pribadi namun juga orang lain. Jangan lupa untuk tetap menjalin hubungan yang akrab dengan almamater dan kampus UAJY tercinta,” tutup Nurhartanto mengakhiri sambutan.

###

UAJY Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) adalah lembaga pendidikan tinggi swasta yang didirikan oleh kaum awam Katolik dan dikelola oleh Yayasan Slamet Rijadi - Yogyakarta, di bawah lindungan Santo Albertus Magnus. Universitas Atma Jaya Yogyakarta lahir pada tanggal 27 September 1965, dengan tujuan untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang berdimensi serta berorientasi global.
© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta Follow UAJY: Facebook Twitter Linked Youtube