header-int

Wisuda UAJY: Manfaatkan Bonus Demografi untuk Kemajuan Bangsa

02 March 2020
Share Facebook Share

Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) kembali menggelar Wisuda Periode II Tahun Akademik 2019/2020 pada Sabtu, 29 Februari 2020 di Auditorium Kampus 2 Gedung Thomas Aquinas, Babarsari. UAJY mewisuda 577 sarjana dengan rincian 518 sarjana strata satu dan 59 sarjana strata dua (magister). Jumlah wisudawan dengan predikat cumlaude sebanyak 113 orang. Sampai dengan wisuda kali ini UAJY telah meluluskan sebanyak 46.415 sarjana dengan rincian 44.035 sarjana strata satu dan 2.380 sarjana strata dua (magister). Wisuda kali ini dibagi menjadi 2 sesi, sesi pertama di pagi hari dan sesi kedua pada sore hari. Wisudawan yang diwisuda pada sesi pertama dari Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Teknologi Industri dan Pascasarjana. Sedangkan wisudawan yang diwisuda pada sesi kedua dari Fakultas Hukum, Fakultas Teknik dan Fakultas Teknobiologi.

Dalam wisuda tersebut, Billa Oktina Trinugraheni dari Program Studi Teknik Industri Internasional Fakultas Teknologi Industri terpilih menjadi wakil wisudawan untuk memberikan sambutan. Billa lulus Sarjana Teknik dengan predikat cumlaude. Perempuan lulusan SMA Regina Pacis Ursulin Solo, ini meraih IPK 3,73.

Selama menempuh kuliah di UAJY, Billa termasuk mahasiswa berprestasi yang aktif mengikuti kompetisi dan mendapatkan penghargaan, diantaranya meraih Juara III dalam National Marketing Research Competition (NMRC) yang diadakan oleh UAJY bekerja sama dengan PT. Martina Berto, Tbk pada tahun 2018. Di bidang non-akademik, Billa pernah menjabat sebagai sekretaris dalam Senat Mahasiswa FTI UAJY (2016-2017).

“Saya juga ingin mengucapkan banyak terima kasih untuk jajaran petinggi universitas dan dosen yang selalu membantu, membimbing, dan mendorong kami untuk berkembang lebih baik selama kuliah, serta seluruh staff dan karyawan yang sabar dalam membantu kami, baik dalam urusan administrasi, maupun di lingkungan area kampus yang menjaga keamanan, kenyamanan dan kebersihan, selalu ramah dan jujur saat menjalankan tugas. Saya mewakili teman-teman sangat mengapresiasi bapak ibu sekalian yang sangat hebat,” ungkap Billa dalam awal sambutannya.

Menurut Billa, kita harus menjadi yang terbaik dan berkembanglah lebih lagi. Kita semua punya jatah sukses. Kita juga punya jatah gagal dan jatah bingung masing-masing yang dapat kita habiskan di masa muda kita. Tidak ada yang salah dengan pilihan yang kita ambil. Asal kita memiliki tujuan dan mimpi dalam hidup, yang dapat membahagiakan diri kita dan tetap berguna bagi orang lain. Proses kuliah yang kita jalani selama ini, tidak melulu diukur dari nilai atau pun angka, tapi juga untuk membentuk kepribadian kita, network kita, kerangka berpikir kita, dan mental kita untuk bisa menghadapi dan menang dari kemungkinan tekanan di masa depan.

“Jalan orang berbeda-beda, kamu mungkin tidak bisa menebak akan jadi apa orang yang duduk disebelahmu sekarang. Tidak apa-apa jika kita ingin menjalani hidup yang tidak dimengerti atau dilakukan oleh kebanyakan orang. Maka, selalu hargai semua orang dan selalu hargai diri kita yang telah berjuang selama kuliah dan ambil pelajaran bagi masa depan kelak. Yang jelas, momen wisuda ini bukan menjadi titik akhir kita dalam belajar. Kedepannya, semoga kita bisa terus belajar untuk menjadi versi terbaik bagi diri kita,” tutur Billa.

1

Pada kesempatan yang sama, Naufal Muhammad Syafiq dari Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik juga terpilih menjadi wakil wisudawan untuk memberikan sambutan. Naufal lulus Sarjana Teknik dengan predikat cumlaude. Pria lulusan SMAN 89 Jakarta, ini meraih IPK 3,93.

“Selama menempuh di bangku perkuliahan. kami belajar akan arti sebuah perjuangan, pantang menyerah, bekerja keras, penuh pengorbanan, dan kepedulian, untuk dapat terus melangkah maju mencapai tujuan, dan pada akhirnya kami sanggup, dan kami mampu mengatasi semua tantangan tersebut dan menjadi seorang pemenang,” ungkap Naufal dalam awal sambutannya.

Menurut Naufal, perjuangan selama kurang lebih 4 tahun lamanya tentu bukanlah hal yang mudah, begitu banyak tantangan dan rintangan yang dihadapi. Oleh karenanya, hina rasanya apabila ilmu yang kita dapatkan, pengalaman yang kita alami, tidak menjadikan manfaat untuk sebanyak mungkin manusia di dunia ini. Setelah kita menyelesaikan pendidikan di sini, di luar sana tantangan menunggu, negeri memanggil dan masyarakat menanti kebermanfaatan kita. Kita akan menjadi banyak profesi, kita juga akan berada di tempat yang begitu beragam, namun apapun itu, sudah seharusnya kita menjadi sebuah inspirasi, menjadi sebuah solusi, dan menjadi sebuah kebaikan dari ilmu yang telah kita miliki.

“Untuk kejayaan negeri ini, untuk agama yang kita imani, dan untuk cita – cita yang jauh – jauh hari telah kita tanamkan dalam diri. Kita tidak perlu khawatir, karena kita telah memiliki bekal yang didapat selama berada di bangku perkuliahan. Nilai–nilai Keatmajayaan yang unggul, inklusif, humanis, dan berintegritas telah tertanam dalam diri kita masing – masing, dan harus kita terapkan ketika beradaptasi di dunia pekerjaan maupun pendidikan yang lebih tinggi nantinya,” tutur Naufal.

Rektor UAJY, Prof. Ir. Yoyong Arfiadi, M.Eng., Ph.D., dalam sambutannya mengharapkan wisudawan/wisudawati untuk selalu mengedepankan nilai-nilai keutamaan dan juga selalu mengaktualisaikan visi-misi Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang mempunyai kata kunci unggul, inklusif, humanis, dan berintegritas dalam menghadapi perubahan lingkungan dan kondisi sosial. Di tengan-tengah perubahan, yang mungkin bagi sebagian orang dapat membingungkan, nilai-nilai kejujuran, integritas, dan kerja keras, merupakan modal yang sangat penting untuk mengarungi padang luas kreativitas di dunia nyata.

“Bonus demografi adalah kondisi di mana penduduk usia produktif (usia 15-64 tahun) jumlahnya lebih besar dari penduduk tidak produktif (usia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun). Ada yang memprediksi bonus demografi ini paling besar dicapai pada kurun waktu tahun 2030-2040. Masa-masa adanya bonus demografi ini merupakan jendela-peluang bagi bangsa Indonesia untuk bertransformasi menjadi negara maju, sehingga harus dimanfaatkan dengan sekuat tenaga,” papar Yoyong.

2

Rektor UAJY juga secara khusus menyoroti tentang bonus demografi Indonesia. Bonus demografi adalah kondisi di mana penduduk usia produktif (usia 15-64 tahun) jumlahnya lebih besar dari penduduk tidak produktif (usia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun). Ada yang memprediksi bonus demografi ini paling besar dicapai pada kurun waktu tahun 2030-2040. Masa-masa adanya bonus demografi ini merupakan jendela-peluang bagi bangsa Indonesia untuk bertransformasi menjadi negara maju, sehingga harus dimanfaatkan dengan sekuat tenaga,” ungkap Yoyong.

“Apabila kita gagal memanfaatkan bonus demografi ini, maka merupakan suatu kerugian yang sangat besar. Tentu saja untuk menjadi negara maju tidak dengan serta merta dapat tercapai tanpa usaha. Ini merupakan suatu peluang, sekaligus tantangan. Apalagi faktor eksternal dan internal, seperti perlambatan ekonomi global, strukur pekerja Indonesia yang masih didominasi oleh penduduk dengan tingkat pendidikan SD ke bawah (BPS, Mei 2019), dapat menjadi penghambat. Oleh karena itu perlu usaha, kerja keras, dan inovasi dari generasi muda terdidik untuk mewujudkan Indonesia emas, yang kita impikan,” tutup Yoyong mengakhiri sambutan.

###

UAJY Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) adalah lembaga pendidikan tinggi swasta yang didirikan oleh kaum awam Katolik dan dikelola oleh Yayasan Slamet Rijadi - Yogyakarta, di bawah lindungan Santo Albertus Magnus. Universitas Atma Jaya Yogyakarta lahir pada tanggal 27 September 1965, dengan tujuan untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang berdimensi serta berorientasi global.
© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta Follow UAJY: Facebook Twitter Linked Youtube