header-int

Sekilas UAJY

Share Facebook Share

Sejarah

Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) adalah lembaga pendidikan tinggi swasta yang didirikan oleh kaum awam Katolik dan dikelola oleh Yayasan Slamet Rijadi – Yogyakarta, di bawah lindungan Santo Albertus Magnus. Universitas Atma Jaya Yogyakarta lahir pada tanggal 27 September 1965, dengan tujuan untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang berdimensi serta berorientasi global.

Sejak 31 Agustus 1973 Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Cabang Yogyakarta melepaskan diri dari Universitas Katolik Indonesia Atmajaya di Jakarta, dan berdiri sendiri sebagai

UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA

Nama Atma Jaya diambil dari Bahasa Sansekerta. Atma berarti jiwa, jaya berarti unggul; sehingga Atma Jaya berarti Jiwa yang Unggul. Cita-cita UAJY sejak semula adalah menyelenggarakan pendidikan tinggi dengan keunggulan pada pendidikan nilai-nilai moral yang tinggi.

Saat ini UAJY memiliki 6 fakultas dengan 11 program studi S-1 dan 5 program S-2, termasuk 4 program studi S-1 kelas internasional dengan jumlah mahasiswa ± 11.307 orang; serta didukung 6 Guru Besar, 58 Doktor, 206 Master, dan 6 Sarjana sebagai pengajar tetap. Di samping itu UAJY juga didukung oleh dosen luar biasa dari para ahli maupun praktisi menurut bidangnya, dari dalam maupun luar negeri. Semua program studi S-1 dan S-2 telah terakreditasi BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi).

Tujuan

Menumbuhkembangkan komunitas akademik secara cermat dan kritis dalam rangka membantu melindungi, meningkatkan harkat dan martabat manusia serta warisan budaya melalui pendidikan dan pengajaran, penelitian serta pengabdian kepada masyarakat dan berbagai pelayanan lain yang diberikan kepada komunitas setempat, nasional, dan internasional dengan semangat pelayanan dalam cahaya kebenaran.

UAJY ke Depan

UAJY akan selalu mengupayakan terciptanya budaya organisasi yang mampu membangun komunitas sumber daya manusia yang memiliki kapabilitas, etos kerja serta komitmen tinggi sesuai dengan visi dan misi universitas, berkaya untuk menghasilkan karya dan alumni yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, selain itu juga akan selalu berusaha mewujudkan jejaring kerjasama dengan berbagai pihak di tingkat nasional maupun internasional.

UAJY Sebagai Pilihan

Perkembangan Universitas Atma Jaya Yogyakarta tidak dapat dilepaskan dari perkembangan kota Yogyakarta.

Dengan suasananya yang relative aman, tenang dan tidak rusuh, Yogyakarta sangat tepat menjadi pilihan para lulusan SMA untuk mencari bekal bagi perkembangan kualitas hidup berikutnya. Apalagi didukung dengan biaya hidup yang relative ringan serta sarana penunjang seperti toko buku, perpustakaan umum, transportasi, komunikasi, tempat rekreasi, asrama dan pemondokan, rumah sakit, dll.

Letak UAJY yang cukup strategis memudahkan mahasiswa dalam memenuhi kebutuhannya, selain dalam pergaulan mahasiswa UAJY tidak akan terkucil karena dengan mudah akan dapat berjumpa dengan rekan-rekan dari Perguruan Tinggi lain dengan berbagai macam latar belakang. Faktor inilah yang dapat menambah wawasan mahasiswa UAJY untuk siap bergelut dalam kehidupan masyarakat yang nyata.

Sebagai perguruan tinggi Katolik, UAJY melakukan proses pendidikan dalam konteks iman Kristiani. Dalam usahanya itu, UAJY selalu mengupayakan tercapainya kualitas akademik yang tinggi (Strive for Academic Excellence), dan keberpihakan pada kaum yang lemah (Option for The Poor), serta menghasilkan lulusan yang memiliki semangat dankeberanian menjadi Men and Women for Others. Selain itu, UAJY akan menjadi perguruan tinggi alternative pilihan siapa saja karena keunggulan yang dimilikinya dan didukung oleh Sumber Daya Manusia yang memiliki etos, komitmen, dan kapasitas tinggi untuk melaksanakan proses manajemen universitas.

Dengan slogan serviens in lumine veritatis atau melayani dalam cahaya kebenaran, Universitas Atma Jaya Yogyakarta siap membantu mempersiapkan masa depan mahasiswanya

Yogyakarta

Geografis

Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan Propinsi yang mempunyai status sebagai Daerah Istimewa. Status Daerah Istimewa ini berkaitan dengan sejarah terjadinya propinsi ini, pada tahun 1945, sebagai gabungan wilayah Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman, yang menggabungkan diri dengan wilayah Republik Indonesia yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945, oleh Bung Karno dan Bung Hatta.

Ujung sebelah Utara dari Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan puncak Gunung Merapi yang memiliki ketinggian ± 2920 meter di atas permukaan laut. Oleh para ahli gunung berapi (vulcanolog) internasional, gunung api ini sangat terkenal karena bentuk letusannya yang khas dan sejenis dengan letusan gunung api Visuvius di Italia. Sampai saat ini Gunung Merapi sangat aktif. Puncaknya mengepulkan asap, yang merupakan panorama khas yang melatarbelakangi pemandangan Kota Yogyakarta sebelah Utara.

Luas Propinsi Daerah Istimewa lebih kurang 3.186 km2 terbagi menjadi 5 Daerah Tingkat II, yakni : Kota Yogyakarta, yang merupakan Ibu Kota Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulonprogo, dan Kabupaten Gunung Kidul.

Kota Pelajar

Antara awal tahun 1946 sampai akhir tahun 1949, selama lebih kurang 4 tahun, Yogyakarta menjadi Ibukota Negara RI. Pada masa itu para pimpinan bangsa Indonesia berkumpul di kota perjuangan ini. Seperti layaknya sebuah ibukota, Jogja memikat kedatangan para kaum remaja dari seluruh penjuru tanah air yang ingin berpartisipasi dalam mengisi pembangunan negara ini yang baru saja medeka, namun untuk dapat membangun suatu negara diperlukan tenaga-tenaga ahli, terdidik dan telatih. Dan karena itulah yang melatar belakangin pemerintah RI untuk mendirikan sebuah Universitas, yang kita kenal dengan nama Universitas Gadjah Mada, merupakan Universitas Negeri pertama yang lahir pada masa kemerdekaan.

Selanjutnya diikuti dengan berdirinya akademi di bidang kesenian (Akademi Seni Rupa Indonesia dan Akademi Musik Indonesia), serta sekolah tinggi di bidang agama Islam (Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri, yang selanjutnya menjadi IAIN Sunan Kalijaga). Pada waktu selanjutnya juga berdiri lembaga-lembaga pendidikan baik negeri maupun swasta di kota Yogyakarta, sehingga hampir tidak ada cabang ilmu pengetahuan yang tidak diajarkan di kota ini. Hal ini menjadikan kota Jogja tumbuh menjadi kota pelajar dan pusat pendidikan. Sarana mobilitas paling populer di kalangan pelajar, mahasiswa, karyawan, pegawai, pedagang dan masyarakat umum adalah sepeda dan sepeda motor, yang merupakan sarana trasportasi yang digunakan baik siang maupun di malam hari. Hal ini menjadikan Jogja juga dikenal dengan sebutan kota sepeda.

Pusat Kebudayaan

Pada hakekatnya, seni budaya yang asli dan indah selalu terdapat di lingkunggan kraton dan daerah di sekitarnya. Sebagai bekas suatu kerajaan yang besar, maka Yogyakarta memiliki kesenian dan kebudayaan yang tinggi dan bahkan merupakan pusat sumber seni budaya Jawa. Hal ini dapat kita lihat dari peninggalan seni-budaya yang dapat kita saksikan pada pahatan pada monumen-monumen peninggalan sejarah seperti candi-candi, istana Sultan dan tempat-tempat lain yang masih berkaitan dengan kehidupan istana, dan sebagian dapat disaksikan pada museum-museum budaya.

Kehidupan seni tari dan seni lainnya juga masih berkembang pesat di kota Jogja serta nilai-nilai budaya masyarakat Jogja terukap pula dalam bentuk arsitektur rumah penduduk, dengan bentuk joglonya yang banyak dikenal di seluruh Indonesia. Andhong antik di Jogja memperkuat kesan bahwa Yogyakarta masih memiliki nilai-nilai tradisional. Seniman terkenal dan seniman besar yang ada di Indonesia saat ini, banyak yang dididik dan digembleng di Yogyakarta. Sederetan nama seniman seperti Affandi, Bagong Kusdiharjo, Edi Sunarso, Amri Yahya, Kuswadji Kawindro Susanto dan lain-lain merupakan nama-nama yang ikut memperkuat peranan Yogyakarta sebagai Pusat Kebudayaan.

Daerah Tujuan Wisata

Pada masa sekarang, seluruh predikat Yogyakarta luluh mejadi satu dan berkembang menjadi satu dimensi baru : Yogyakarta Sebagai Daerah Tujuan Wisata. Keramahtamahan yang tulus, khas Yogyakarta, akan menyambut para wisatawan disaat mereka datang, dengan kemesraan yang dalam akan mengiring, saat mereka meninggalkan Yogya, dengan membawa kenangan manis yang tidak akan mereka lupakan sepanjang masa.

Peranannya sebagai Kota Perjuangan, Daerah Pelajar dan Pusat Pendidikan, serta Daerah Kebudayaan, ditunjang oleh panorama yang indah, telah mengangkat Yogyakarta sebagai daerah yang menarik untuk dikunjungi dan mempesona untuk disaksikan. Yogyakarta juga memiliki berbagai fasilitas dengan kualitas yang memadai yang tersedia dalam jumlah yang cukup, kesemuanya itu akan bisa memperlancar dan memberi kemudahaan bagi para wisatawan yang berkunjung ke kota Jogja. Sarana transportasi, akomodasi dan berbagai sarana penunjang lainnya, seperti santapan makan-minum yang lezat, serta aneka ragam cinderamata, mudah diperoleh di mana-mana.

UAJY Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) adalah lembaga pendidikan tinggi swasta yang didirikan oleh kaum awam Katolik dan dikelola oleh Yayasan Slamet Rijadi - Yogyakarta, di bawah lindungan Santo Albertus Magnus. Universitas Atma Jaya Yogyakarta lahir pada tanggal 27 September 1965, dengan tujuan untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang berdimensi serta berorientasi global.
© 2014 Universitas Atma Jaya Yogyakarta Follow UAJY: Facebook Twitter Linked Youtube